Trip Planner

Items Collected: 0

Plans Created: 0

Tujuan

Temukan Tempat

Find By Region : or By Destination : Keywords :
Chiang Rai

Tetangga  Chiang Mai yang paling sunyi, Chiang Rai adalah tanah dengan keindahan alam yang luar biasa, di mana pengunjung yang ingin menghindari kerumunan dapat mengunjungi suku bukit terpencil, melihat satwa liar eksotis, dan mengunjungi segitiga emas, bekas pusat perdagangan opium dunia.

Chiang Rai telah dihuni sejak abad ke-7, tapi tidak pada tahun 1.262 dikarenakan Raja Meng Rai mendirikannya sebagai ibukota pertama Kerajaan Lanna. Ibukota kemudian dipindahkan ke Chiang Mai dan sejak saat itu Chiang Rai telah tinggal dalam bayang-bayang provinsi tetangganya, meskipun begitu pada zaman sekarang bagi wisatawan ini adalah hal yang baik. Chiang Rai adalah surga seorang bagi wisatawan, diberkahi dengan keindahan alam yang melimpah dan barang-barang antik. Dimulai dari reruntuhan pemukiman kuno dan kuil-kuil Buddha dan diakhiri dengan pemandangan gunung yang megah dan keragaman suku asli. Bagi mereka yang tertarik dengan sisi alami Chiang Rai, wisata hutan adalah sebuah pengalaman ajaib, menjelajahi pegunungan utara dengan berbagai jalan mendaki, banyak diantara jalan-jalan tersebut adalah akses menuju desa-desa suku asli, banyak di antaranya masih mempertahankan gaya hidup tradisional mereka. Chiang Rai kota, yang cenderung terkesan sedikit lebih 'santai' dibandingkan tetangganya yang lebih populer, kini bersaing dengan Chiang Mai sebagai obyek wisata dan menjadi pelarian yang terkenal bagi para wisatawan yang ingin meninggalkan masalah mereka di belakang.  

Chiang Rai, bekas ibukota Kerajaan Lanna, adalah provinsi yang penuh dengan pesona yang didalamnya terdapat kebudayaan dan alam yang indah, termasuk Golden Triangle di mana Thailand, Laos, dan Burma datang bersama-sama, daerah dimana dahulu pernah menjadi pusat produksi opium, perdagangan yang pada akhirnya banyak mempengaruhi praktek-praktek kebudayaan dan gaya hidup. Chiang Rai tidak terdeteksi radar wisata selama bertahun-tahun, orang-orang yang hampir tidak mengikuti perkembangan zaman dan kebanyakan sangat tradisional, gaya hidup pedesaan. Sampai hari ini, masih terdapat suku-suku yang hidup di rumah-rumah bambu dan masing-masing desa memiliki keunkiannya sendiri. Baru-baru ini pariwisata telah mengalami kemajuan pesat di Chiang Rai, di mana pengunjung datang untuk menjelajahi keindahan alam murni pedesaan dan membenamkan diri dalam budaya asli, termasuk orang-orang dari berbagai komunitas suku bukit yang berbeda. Untungnya bagi wisatawan, Chiang Rai juga merupakan pusat untuk proyek-proyek pengembangan masyarakat, membantu masyarakat pedesaan mengembangkan kesenani mereka tanpa merusak keaslian alami dan budaya mereka.

Kiat penting
  • Dapatkanlah informasi di perkumpulan pengembangan Pusat Pendidikan setempat sebelum mengatur atau menetapkan perjalanan sebelum mengunjungi desa-desa suku bukit.
Jangan Iewatkan
TripAdvisor